Kamis, 03 Mei 2012

62.tugas


SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU MANAJEMEN DAN TEORI ORGANISASI


Seperti diketahui ilmu manajemen berkembang terus hingga saat ini. Ilmu 
manajemen memberikan pemahaman kepada kita tentang pendekatan ataupun tata 
cara penting dalam rneneliti, menganalisis dan memecahkan masalah-masalah yang 
berkaitan dengan manajer. 
Oleh karena itu masalah ini berisikan uraian tentang perkembangan (evolusi), teorii 
manajemen dari masa ke masa. Selain memberikan gambaran bagaimana aliran 
pikiran masa lalu diharapkan tulisan ini dapat memberikan sumbangan terhadap 
ruang lingkup dan perkembangan ilmu manajemen. 
Tulisan ini juga membahas tentang terjadinya perkembangan (evolusi) ilmu 
manajemen. Dimana dalam ilmu manajemen dikemukakan ada beberapa aliran 
sebagai dasar pemikiran yang dibagi berdasarkan aliran klasik, aliran hubungan 
manusiawi dan manajemen modern yang merupakan cikal bakal teori manajemen 
yang berkembang terus dengan berbagai aliran lainnya. 
Adapun aliran pemikiran klasik dikenal dengan pendekatan proses dan produksi 
sedangkan aliran hubungan manusiawi lebih melihat dari sisi bagaimana sumber 
daya manusia yang berada dalam organisasi. 
Seseorang manajer hendaklah mempelajari dan memahami secara keseluruhan 
tentang perkembangan (evolusi) manajemen yang telah rnenghasilkan teori-teori 
manajemen yang muncul dari berbagai aliran, sehingga manajer dapat 
menggunakan teori yang paling sesuai untuk menghadapi situasi tertentu. 
Dengan demikian bila seorang manajer menghadapi situasi bagaimanapun
kompleksnya akan dapat mencari solusi atau membuat keputusan yang baik. 
II. Perkembangan Ilmu Manajemen 
Pada perkembangan peradaban rnanusia, ilmu terbagi dalam tiga kelompok besar, 
yaitu : 
1. Ilmu yang mempelajari setia/seluruh gejala, bentuk dan eksistensinya yang erat 
hubungannya dengan alam beserta isinya dan secara universal mempunyai sifat 
yang pasti dan sarna serta tidak dipisahkan oleh ruang dan waktu, disebut ilmu 
eksakta, contoh : fisika, kimia dan biologi. 
2. IImu yang mempelajari seluruh gejala rnanusia dan eksistensinya dalam 
hubungannya pada setiap aspek kehidupan yang terjadi dalam kehidupan 
masyarakat dinamakan ilmu sosial/non eksakta, misalnya : ekonomi, politik, 
psikologi, sosiologi, hukum, administrasi dan lain-lain. 
3. IImu humaniora, kumpulan pengetahuan yang erat hubungannya dengan seni, 
misalnya : seni tari, seni lukis, seni sastra, dan seni suara. 
IImu manajemen merupakan salah satu disiplin ilmu sosial. Pada tahun 1886 
Frederick W. Taylor melakukan suatu percobaan time and motion study dengan 
teorinya ban berjalan. Dari sini lahirlah konsep teori efisiensi dan efektivitas. 
©2003 Digitized by USU digital library 
Kemudian Taylor menulis buku berjudul The Principle of Scientific Management 
(1911) yang merupakan awal dari lahirnya manajemen sebagai ilmu. 
Di samping itu ilmu manajemen sebagai ilmu penegtahuan mempunyai ciri-ciri 
sebagai berikut : 
1. Adanya kelompok manusia, yaitu kelompok yang terdiri atas dua orang atau lebih. 
2. Adanya kerjasama dari kelompok terse but. 
3. Adanya kegiatan Iproses/usaha 
4. Adanya tujuan 
Selanjutnya ilmu manajemen merupakan kumpulan disiplin ilmu sosial yang 
mempelajari dan melihat manajemen sebagai fenomena dari masyarakat modem. 
Dimana fenomena masyarakat modem itu merupakan gejala sosial yang membawa 
perubahan terhadap organisasi. 
Ada beberapa adalah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kehidupan suatu 
organisasi, yaitu : 
1. Tekanan pemilik perusahaan 
2. Kemajuan teknologi 
3. Saingan baru 
4. Tuntutan masyarakat 
5. Kebijaksanaan pemerintah 
6. Pengaruh dunia Internasional 
Pada kenyataannya rnanajemen sulit dedifenisikan karena tidak ada defenisi 
manajemen yang diterima secara universal. Mary Parker Follet mendefenisikan 
manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Defenisi 
ini rnengandung arti bahwa para manajer untuk mencapai tujuan organisasi melalui 
pengaturan orang lain untuk melaksanakan berbagai tugas yang mungkin dilakukan. 
Manajemen memang bisa berarti seperti itu, tetapi bisa juga mempunyai pengertian 
lebih dari pada itu. Sehingga dalam kenyataannya tidak ada defenisi yang digunakan 
secara konsisten oleh semua orang. Stoner mengemukakan 
suatu defenisi yang lebih kompleks yaitu sebagai berikut : 
"Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan 
pengawasan, usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber dayasumber 
daya organisasi lainnya agar rnencapai tujuan organisasi yang telah 
ditetapkan". 
Dari defenisi di atas terlihat bahwa Stoner telah rnenggunakan kata "proses", bukan 
"seni". Mengartikan manajernen sebagai "seni" mengandung arti bahwa hal itu 
adalah kemampuan atau ketrampilan pribadi. Sedangkan suatu "proses" adalah cara 
sistematis untuk rnelakukan pekerjaan. Manajemen didefenisikan sebagai proses 
karena semua manajer tanpa harus rnemperhatikan kecakapan atau ketrampilan 
khusus, harus melaksanakan kegiatan-kegiatan yang saling berkaitan dalam 
pencapaian tujuan yang diinginkan. 
Berdasarkan uraian diatas disimpulkan bahwa pada dasarnya manajemen 
merupakan kerjasama dengan orang-orang untuk menentukan, menginterpretasikan 
dan mencapai tujuan-tujuan organisasi dengan pelaksanaan fungsi-fungsi 
perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (actuating), dan 
pengawasan (controlling). 
Sampai sekarang belum ada suatu teori manajernen dapat diterapkan pada semua 
situasi. Seorang manajer akan menjumpai banyak pandangan tentang manajemen. 
©2003 Digitized by USU digital library 
Setiap pandangan mungkin berguna untuk berbagai masalah yang berbeda-beda. 
Ada tiga aliran pemikiran manajemen yaitu : 
a. Aliran klasik 
b. Aliran hubungan manusiawi 
c. Aliran manajemen modem 
Tingkatan manajemen dalam organisasi akan membagi manajer menjadi tiga 
golongan yang berbeda : 
1. Manajer lini pertama 
Tingkat paling rendah dalam suatu organisasi yang memimpin dan menagwasi 
tenaga-tenaga operasional disebut manajemen lini (garis) pertama. 
2. Manajer menengah 
Manajemen menengah dapat meliputi bebrapa tingkatan dalam suatu organisasi. 
Para manajer menengah membawahi dan mengarahkan kegiatan-kegiatan para 
manajer lainnya dan kadang-kadang juga karyawan operasional. 
3. Manajer puncak 
Klasifikasi manajer training pada suatu organisasi. Manajemen puncak 
bertanggung jawab atas keseluruhan manajemen organisasi. 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar